Friday, October 2, 2009

Annecy, where it all began

Perjalanan berakhir tapi pengalaman menjadi seorang nomad masih belum usai. Tanggal 27 Agustus, kereta api dari Torino membawa kami kembali ke Perancis, Chambéry tepatnya dan dari sana kami harus melanjutkan perjalanan dengan hitch hiking menuju Annecy, kota tempat semuanya dimulai.



Annecy masih tetep sama, tetap indah dan mengagumkan. Kota tempat saya tinggal selama satu tahun terakhir, kota bourjois nan angkuh yang mempesona saya dengan membuat saya selalu ingin kembali kesana. In Annecy, even though i have nobody but i feel like it's my hometown, the city that sees me growing up. Suasana kota tua di apartemen Claire tempat kami menghabiskan 2 minggu terakhir kami di Annecy mengingatkan saya pada semua memori, semua drama dan komedi yang saya alami.



Saat saya kembali ke Annecy, saya sedang manjalankan ibadah ramadhan, tidak bisa lagi berenang di danau Annecy untuk menikmati summer atau berpesta bersama teman-teman saya yang sedang merayakan ulang tahun, tapi Annecy and my friends there were still the same. Teman-teman yang banyak menolong saya di saat-saat terakhir saya yang penuh dengan drama.

Datang kembali ke Annecy setelah hampir dua bulan penuh perjalanan bukanlah hal yang mudah. Kami datang dengan keadaan bangkrut dan hanya memegang beberapa euro untuk bisa bertahan sedangkan Annecy adalah salah satu kota termahal di Perancis. Akhirnya kami memutuskan untuk berbelanja beberap kebutuhan di supermarket dan selama tiga hari terakhir kami menghuni Annecy, kami hanya dapat menikmati couscous dan moutard untuk menu sahur dan berbuka puasa, but anyway it was fun, we learned how to struggle, didn't we?

Bisous
Icha

0 comments: