Pays-Basques
Ada sedikit awal cerita yang terlupakan tentang perjalanan saya menjadi seorang nomad beberapa bulan yang lalu, saya lupa menceritakan perjalanan saya menuju sebuah daerah budaya eropa yang bernama pays-basques atau negara-negara basques.
Kantor polisi dalam b.spanyol dan b.basques
Pays basque berada di utara spanyol dan barat daya perancis yang memiliki kultur yang berbeda dengan perancis dan spanyol pada umumnya. Pays-basques bahkan memiliki bahasa tersendiri yang berbeda dengan bahasa perancis maupun spanyol, bahkan saya pernah mendengar mitos bahwa bahasa basques merupakan salah satu bahas tersulit untuk dipelajari karena tidak ada yang mengetahui akar bahasa tersebut. Untuk tetap mempertahankan kebudayaan dan bahasanya yang unik tersebut maka kita dapat melihat palang-palang jalan ataupun informasi dalam bahasa spanyol dan basques di bagian selatan pays-basques yang merupakan teritori spanyol.
My travelmates
Berkemah
Kami pergi ke pays-basques bersama seorang teman yang berasal dari Lyon yang bernama Sébastien atau lebih sering kami panggil Séb dan dua orang temannya, yaitu Roberto yang berasal dari Panama dan Marta yang merupakan orang Spanyol. Séb merupakan seorang couchsurfer yang saya temui di salah satu meeting yang juga merupakan ulang tahun sahabat saya di Annecy yang kemudian menjadi host saya setiap kali saya ke Lyon. Kami berada di sana mulai tanggal 10 hingga 14 juli 2009, berkemah selama hari-hari kami di sana di sebuah desa yang bernama Espelette.
Espelette
Perjalanan yang ditempuh dari Lyon sangatlah panjang, kami berangkat pukul 8 malam dan tiba di Espelette pukul 10 pagi dengan tinggal di hotel Fomula1, hotel yang hanya bisa ditempati selama beberapa jam saja untuk beristirahat selama berada di jalan tol, selama hampir kira-kira 5 jam. Perjalanan kali ini merupakan perjalanan darat terpanjang saya selama berada di Eropa. Kaki pegal dan nyaris tidak bisa tidur karena mereka "menumbalkan" saya untuk berada di kursi depan menemani supir membuat saya merasa sangat lelah. Namun untung saja Séb merupakan teman seperjalanan yang menyenangkan, bersamanya kami tidak akan pernah berhenti tertawa.
Biarritz
Saint Sébastien
Sunset
Perjalanan yang panjang terbayar sudah dengan pemandangan Espelette yang begitu indah dan rumah-rumah khas basques yang tidak akan pernah bisa kita temui di daerah lain, selain itu rencana perjalan untuk menuju pantai-pantai samudra atlantik menunggu di depan mata. Biarritz, Anglette, dan Saint Sébastien, on y va! Kali ini saya betul-betul merasa menikmati musim panas, ditemani sinar matahari yang selalu bersinar terik sepanjang kami berada di sana dan juga panasnya pasir pantai.
Berlagak seperti para bule yang berada di pantai untuk berjemur dan mencoklatkan diri, saya dan Kanthy tidak terlalu beruntung dengan menyengatnya sinar matahari. Saat itu kulit kami betul-betul gosong walau sudah memakai SPF 50 sekalipun. Kami tidak dapat menahan godaan untuk selalu berenang mengikuti ombak pantai, bermain-main dengan air yang membuat kami nyaris tenggelam terbawa ombak. That was the real summer holiday, the beaches^^, Vamos à la playa!
Teman-teman satu tenda
Teman-teman perjalanan yang menyenangkan yang berasal dari belahan bumi yang berbeda dengan satu tujuan yang sama, menjelajahi pays-basques membuat perjalanan kali ini terasa begitu seru dan berbeda, mulai dari lelucon-lelucon garing yang saya lontarkan untuk bisa mencerahkan suasana di dalam mobil dan tenda hingga kami bertiga, yaitu saya, kanthy, dan Séb yang harus berbagi tenda untuk dua orang hingga harus muat ditempati 3 orang, yang tentu saja membuat tidur terkadang tidak nyaman, semua bersatu menjadi satu dan membuat perjalanan kali ini menjadi salah satu memori yang tidak akan terlupakan. I had a real fun with you guys, Thank you ...
Bisous
Icha









0 comments:
Post a Comment