Salah satu hal yang membuat saya menjadi couchsurfing addict adalah kesempatan untuk melihat kota yang saya kunjungi dari kacamata orang lokal, the one that knows best about the city! Saat saya berada di Bologna, hal ini begitu terasa, karena selama 4 hari kami berada di sana, kami melakukan dua city tour, yaitu sendirian dan bersama dengan couchsurfer lokal dan saya merasa melihat dua kota yang sungguh berbeda. Orang lokal, menunjukkan bagian kotanya dengan begtu mendetail, they know their city! menurut pengakuan mereka, hal itu juga karena mereka sering meng-guide couchsurfers yang singgah di kota mereka. Since that mereka melihat kota mereka dengan pandangan yang berbeda dan mulai belajar banyak hal yang mereka tak akan pernah tahu sebelumnya tanpa para tamu yang datang ke tempat mereka.
Hari pertama kami berada di Bologna, kami bagaikan orang yang tersesat walaupun kami memegang peta di tangan kami. Saya tidak tahu sama sekali tempat-tempat yang menarik, ok bangunan itu bagus untuk mengambil photo di depannya and that was it! we were just being tourists, nothing more!
Keesokan harinya, Giulia, salah satu couchsurfer aktif Bologna, mengundang kami untuk city tour bersama beberapa couchsurfers yang sedang berada di kota. Dua orang polandia, dua orang turki, satu orang estonia and us, two indonesians. Plus we were all girls^^
Mulai dari cerita mendetail dari setiap gereja, hingga mitos-mitos lokal tentang Bologna, she told us all that she knew! We shared lots of things ... ada satu hal lucu tentang itali yang cukup berbeda dengan negara eropa lainnya, saat di negara lain gereja sudah lebih menjadi tempat kunjungan wisata instead of tempat beribadah, itali masih mencoba mempertahankan eksistensi gereja di negara mereka. Walaupun banyak orang itali menganggap hal tersebut sebagai bagian dari kemunafikan, namun kami tidak boleh masuk gereja dengan memakai tank top dan short! masuk gereja harus menggunakan pakaian yang sopan dan untuk mereka short dan tank top merupakan penghinaan untuk gereja. Then one of our friend from Brazil bilang bahwa hal tersebut sungguh salah satu bentu kemunafikan, orang-orang itali tidak peduli lagi tentang gereja, in brazil, we can get in to the church even with bikini.
Saya sendiri melihat hal tersebut cukup bagus, lepas dari fakta bahwa saya dilarang masuk salah satu gereja kerena saya menggunakan short, yang sangat tidak bisa saya terima karena teman saya dari Polandia boleh masuk dengan short yang lebih pendek dari celana yang saya pakai. Lalu Giulia pun berkata, saat manusia yang menentukan batasan hal menjadi sangat abu-abu. Sungguh mengerikan membayangkan mesjid dimasuki orang-orang hanya untuk tujuan wisata dan bukannya untuk beribadah. Ya Allah, jangan sampai hal itu terjadi.
One Lesson : saat sightseeing ke Itali dan memutuskan untuk melihat-lihat gereja, remember that the pope lives there!! kekuatan gereja sangat besar jadi pakailah baju yang lebih sopan dan tertutup :p
Bisous
Icha



1 comments:
"""saat manusia yang menentukan batasan hal menjadi sangat abu-abu."""
suka banget kalimat ini cha...hohoho, ternyata gitu ya cha...umat kristiani juga gak suka dengan 'hal hal minim'...
buat tempat ibadah yg jd tempat wisata...hahaha, jadi inget di negara sendri...
hohoho, air di teras masjid at taawun puncak mulai selalu keruh dan dijadikan tempat shooting pilm...
trus mesjid kubah emas di depok juga dijadiin tempat wisata...gelar tiker..makan sambil memandang masjid..
ya..alhamdulillah sebagian yang berkinjung tak hanya datang untuk berwisata..tapi juga beribadah...
cha..cerita mitosnya atuh..seru tuh kayaknya...
hehee..(n_n)v
Post a Comment