Saya berangkat menjadi au pair di Prancis tanpa bantuan agen manapun. Dengan berbekal informasi dari beberapa teman-teman saya yang sudah pernah berangkat akhirnya saya berhasil berangkat dengan hanya membayar biaya pembuatan paspor dan pengurusan visa :) .
Caranya cukup mudah yaitu dengan membuka beberapa website dimana kita dapat mendaftarkan diri untuk menjadi au pair dan membuat profil semenarik mungkin - just like how you fill your facebook profile ;) - . Jangan lupa untuk mencantumkan negera pilihan kita dan juga waktu keberangkatan yang diinginkan. Selebihnya tinggal menunggu pesan elektronik dari keluarga yang tertarik degan profil kita. Gampang banget kan?
Tidak ada biaya yang harus dikeluarkan selama masa pencarian tapi yang paling penting adalah menjaga emosi agar tidak langsung mengiyakan ketika ada keluarga yang tampaknya serius untuk menerima kita. Obrolan panjang mengenai kontrak kerja yang membahas hak dan kewajiban kedua belah pihak harus sering dilakukan melalui email -bahkan mungkin juga telepon- karena sebagai calon au pair kita juga harus bisa tegas akan keinginan kita. Istilahnya harus mau sedikit jual mahal supaya lebih dihargai dan tidak menyesal dikemudian hari. Jangan pernah takut kehilangan satu keluarga karena ada lebih banyak lagi keluarga yang membutuhkan jasa au pair . Harus diingat bahwa pada dasarnya kita juga layak mendapatkan keluarga yang terbaik dan sesuai dengan keinginan kita. So please be wise in choosing your future "family" because you're gonna stuck there for a while :)
Sayangnya memilih keluarga yang pas untuk kita memang tidaklah gampang. Kita harus jujur saat mengisi profil dengan menjelaskan secara gamblang harapan-harapan kita di keluarga baru yang akan menanti karena cocok atau tidaknya kita dengan satu keluarga juga bergantung kepada karakter kita masing-masing. Selain itu ada beberapa hal penting yang juga harus dipertanyakan, antara lain :
Jumlah dan tentu saja usia anak yang akan diurus
Kedua hal tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan kita. Mengurus bayi tentu saja tidak semudah mengurus anak usia lima tahun selain itu waktu bekerja juga menjadi lebih banyak karena bayi membutuhkan hampir 24 jam perawatan. Namun dilain pihak mengurus anak usia sepuluh tahun juga tidaklah mudah karena usia yang sudah hampir remaja membuat mereka merasa sudah cukup besar dan tidak membutuhkan bantuan kita sama sekali.
Waktu bekerja dan pekerjaan seperti apa yang harus kita lakukan
Ask for details tentang apa yang mereka harapkan dari calon au pair mereka. Apakah kita juga harus mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak, membersihkan rumah dsb.
Waktu liburan
Haruskah bekerja saat akhir pekan dan liburan sekolah anak? Hal ini menjadi penting apabila salah satu tujuan menjadi au pair adalah untuk menjelajah Eropa. Saat menjadi au pair adalah waktunya untuk bertualang karena kalau kita hanya berdiam diri di rumah lalu apa bedanya au pair dengan para TKW di negara-negara Timur Tengah sana?
Sekolah bahasa
Hak seorang au pair adalah sekolah bahasa maka keluarga harus memfasilitasi au pair untuk bisa belajar bahasa dengan baik di negera mereka. Waktu sekolah, biaya yang harus dikeluarkan serta lokasi sekolah menjadi pertanyaan penting yang harus diajukan. Di beberapa negara sekolah bahasa seperti itu gratis namun ada juga negara yang mematok harga sangat mahal. Cobalah bernego dengan keluarga penerima mengenai kemungkinan berbagi -atau bahkan membayarkan sepenuhnya- biaya sekolah tersebut.
Tiket pesawat
Tiket pesawat biasanya menjadi kewajiban penuh para calon au pair namun tidak jarang ada keluarga yang berani membayar penuh biaya tersebut. Ada juga keluarga yang tidak berani mengambil resiko dan memilih untuk membelikan tiket pulang sementara au pair membeli tiket keberangkatan sendiri -sebaiknya pernyataan pembelian tiket pulang juga ditulis di dalam kontrak kerja-.
Fasilitas yang ditawarkan
Mulai dari kamar tidur hingga kamar mandi juga transportasi dalam kota semua harus ditanyakan. Apabila keluarga tidak ikut berpartisipasi dalam hal transport dalam kota maka sebaiknya bertanya juga tentang harga sehingga kita bisa mengatur keuangan kita dengan baik dan bijaksana. Saran saya adalah meminta sepeda untuk kepentingan pribadi karena selain bisa menghemat uang saku bersepeda di jalanan Eropa juga sangat menyenangkan.
Tidak sedikit au pair yang diberi fasilitas mobil pribadi oleh para keluarga penerima. Biasanya memang diperjanjian awal sang au pair harus memiliki sim internasional sehingga bisa lebih mudah mengantar-jemput anak-anak mereka. Seringkali mobil "dinas" tersebut juga bisa dipakai untuk kepentingan pribadi.
Last but not least, uang saku
Biasanya besarnya uang saku tergantung dari banyaknya anak yang harus kita urus. Dalam hal ini peraturan setiap negara berbeda-beda. Standar kenyamanan bagi saya adalah diatas 300€/bulan. Dibawah angka tersebut sangatlah sulit untuk menabung karena terbatas juga dengan kebutuhan pribadi yang harus kita keluarkan. Jangan lupa untuk menyisihkan sebagian uang agar bisa traveling diakhir masa tinggal kita.
Saya akan lebih menjelaskan mengenai peraturan di negara Prancis yang lebih saya kenal karena disini lah tempat saya bekerja dulu. Untuk menjadi au pair di Prancis haruslah berusia lebih dari 18 tahun dan belum mencapai usia 30 tahun pada saat keberangkatan. Jam kerja tidak boleh melebihi 30 jam/minggu, walaupun harus diakui bahwa sebenarnya jam kerja sangat sulit untuk dihitung karena au pair tinggal di rumah keluarga tersebut. Perlu diketahui bahwa saat kita merasa sudah tidak memiliki waktu untuk diri kita sendiri dan juga waktu untuk mempelajari bahasa negara tersebut maka kita pun harus sadar bahwa hak kita telah diambil. Calon au pair di Prancis juga harus memiliki sertifikat yang membuktikan bahwa mereka sudah mempelajari sedikit bahasa Prancis sebelum berangkat -biasanya berupa sertifikat DELF/DALF-.
Uang saku merupakan istilah yang digunakan untuk gaji yang diterima au pair. Di Prancis sendiri standar uang saku au pair bisa dibilang sangat rendah untuk biaya hidup yang cukup tinggi, mulai dari 240€ hingga 320€/bulan. Keluarga bertanggung jawab atas akomodasi, makanan sehari-hari dan asuransi kesehatan. Tidak jarang ada keluarga yang mau membiayai transportasi dalam kota meskipun hal tersebut bukanlah kewajiban bagi keluarga. Semua hal tersebut adalah hal yang harus dibicarakan dengan keluarga penerima sebelum memutuskan untuk berangkat.
Setelah berbincang tentang semua hal diatas dengan calon keluarga penerima maka selebihnya adalah keberanian dan hati kita yang berbicara. Tentu saja sangat sulit menemukan keluarga yang sempurna maka kita pun harus bisa belajar menerima dan beradaptasi -hal yang sangat sulit untuk dilakukan-. Perlu diingat pula bahwa kita akan tinggal di rumah sebuah keluarga yang memiliki budaya dan kebiasaan yang berbeda dengan negara tempat kita tinggal oleh karena itu kita juga wajib belajar untuk menyesuaikan diri dan menghargai kebudayaan mereka tanpa harus melepaskan budaya kita sendiri. So being flexible and understanding is the best thing to do :)
For those who are interested of being au pair after reading this post.. good luck!
Icha
3 comments:
Gwe sedang berpikir2 buat nyari au pair untuk nanti kalau gue kerja full time Cha :) (mungkin 3 tahunan lagi) Tulisan yang bagus, walaupun kali ini gwe ada di "pihak sebaliknya", tulisan ini membantu banget! Thanks ya!! ^^
makasih teh serina
aku teh pengen supaya orang2 yg pgn au pair gak sembarangan bilang iya krn bener2 pgn berangkat coz tau sendiri lah disana kan gak selalu sesuai dengan apa yg kita bayangkan.
main idea of au pair itu bagus bgt cuman memang tetep harus hati2 hehe.. semoga bisa bantu calon au pair utk berpikir jernih sblm brkt :)
also.. i am sure that u would make a great host family for ur au pair :)
Post a Comment