Pertama kali datang, he knew nothing about the country siapa sangka justru akhirnya ia menemukan dua musuh baru di Indonesia ;)
Musuh Nomor 1 : NYAMUK
Saat kami harus menginap di Jepara karena K.M Muria yang pergi ke Karimun Jawa sudah over capacity. Kami berdua dan rekan-rekan satu tour yang baru saling kenal akhirnya terpaksa tidur di sebuah asrama buruk rupa yang ada di pinggir pantai Kartini dengan membayar tambahan Rp. 20.000/malam saja. Harga memang gak pernah bohong, asrama tersebut sungguh tidak layak huni! Kondisinya sangat kotor dan cukup menjijikkan, ada banyak sarang laba-laba dan tampak jelas bahwa asrama tersebut sudah berbulan-bulan tidak mengenal sapu. Kamar mandi nya tidak kalah jorok, air nya yang agak payau mash harus ditambah dengan kondisi lantai dan dinding yang kotor serta tanah yang terlihat jelas di lantai bak mandi yang terisi penuh air.
Di dalam asrama terdapat dua kamar besar dengan banyak tempat tidur, pembagian kamar pun berdasarkan gender. Saya tidur bersama teman-teman baru dari Bandung dan Surabaya. Sebelum tidur, seperti biasa perempuan memang paling suka ngerumpi, kami mengobrol ngalor-ngidul tentang pekerjaan dan kesibukan masing-masing hingga akhirnya saya mendengar teriakan histeris dari luar kamar.
"AHHHH INI MAS BULE NGAPAIN?" kami semua yang berada di kamar langsung berlari keluar dan teman-teman saya hanya bisa tertawa terbahak-bahak sementara saya kebingungan. Setra, salah satu teman baru dari Bandung sangat terkejut karena 'menemukan' Sam sedang berusaha keras untuk tidur di lantai teras luar asrama. yeah... kalian gak salah baca, ia terlentang di dalam sleeping bed tipis nya di LANTAI TERAS LUAR ASRAMA.
"Pacar, kamu ngapain tidur di luar?" saya bertanya.
"Aku gak tahan di dalam banyak nyamuk, baru terlentang udah bentol lima"
"Kamu gak apa-apa tidur di sini?"
"Lebih baik disini dari pada harus donor darah di dalem" Ucapnya polos.
Saya pun akhirnya menggelar kasur tepat di sebelahnya untuk menemani Mas Bule yang satu ini. Surprisingly, it actually worked, udara di luar sangat sejuk dan pas untuk tidur dengan semilir angin pinggir pantai. Nyamuk masih ada beberapa tapi memang tidak sebanyak yang menggigit saya di dalam kamar asrama.
Keesokan harinya teman-teman saya boleh menertawakan kekonyolan Sam tidur di teras, tapi ternyata kami berdua lah yang paling sedikit tersentuh oleh musuh nomor satu Sam di Indonesia, nyamuk ! Setelah kejadian tersebut kami membeli obat anti serangga yang banyak digunakan di Indonesia dan selalu membawanya di dalam backpack selama perjalanan kami mengelilingi Jawa dan Bali.
Saat saya dan Sam menginap di rumah Imad, seorang sahabat di Bangil, Pasuruan, Sam sangat kaget melihat banyak nyamuk yang terbang bergerombol dengan santainya di atas kepala orang-orang yang sedang mengobrol di teras. Dengan wajah kejam penuh kegemburaan, ia pun beraksi dengan menyemprot nyamuk-nyamuk tersebut dengan obat anti serangga kebanggaannya.
Musuh No.2 Matahari
Sad but its true, Sam mengalami hari paling menyenangkan sekaligus paling buruk di Karimun Jawa. Saat itu kami berdua lupa membawa sun cream yang seharusnya ia gunakan saat beraktivitas di luar ruangan dengan paparan sinar matahari. Bagi saya sih matahari 'hanya' akan membuat kulit bertambah hitam tapi tidak cukup kuat untuk membakar, ternyata untuk Sam lain lagi ceritanya.
Setelah aktivitas snorkeling pertama yang kami lakukan, kulit Sam yang bule langsung berubah menjadi semerah udang rebus yang baru diangkat dari panci. Parahnya lagi, bukan cuma warna saja yang mengganggu tapi juga perih terbakar yang ia rasakan. Saya bisa melihat betapa ia sangat menderita karena harus menahan rasa sakit yang membakar kulitnya. Bahkan saat saya tidak sengaja menepuk bahunya saja ia langsung menjerit kesakitan. Saya langsung bersyukur dilahirkan dengan kulit 'sekuat' kulit saya sekarang ini.Belajar dari kesalahan tersebut, maka pada hari berikutnya, ia selalu menghindari sinar matahari dan memakai kaos bahkan saat sedang menyelam sekalipun. He was being so wise with himself !
Moral Lesson : Always bring Baygon and sun block in your backpack when you are traveling with bule !!!
Icha
Musuh Nomor 1 : NYAMUK
Saat kami harus menginap di Jepara karena K.M Muria yang pergi ke Karimun Jawa sudah over capacity. Kami berdua dan rekan-rekan satu tour yang baru saling kenal akhirnya terpaksa tidur di sebuah asrama buruk rupa yang ada di pinggir pantai Kartini dengan membayar tambahan Rp. 20.000/malam saja. Harga memang gak pernah bohong, asrama tersebut sungguh tidak layak huni! Kondisinya sangat kotor dan cukup menjijikkan, ada banyak sarang laba-laba dan tampak jelas bahwa asrama tersebut sudah berbulan-bulan tidak mengenal sapu. Kamar mandi nya tidak kalah jorok, air nya yang agak payau mash harus ditambah dengan kondisi lantai dan dinding yang kotor serta tanah yang terlihat jelas di lantai bak mandi yang terisi penuh air.
Di dalam asrama terdapat dua kamar besar dengan banyak tempat tidur, pembagian kamar pun berdasarkan gender. Saya tidur bersama teman-teman baru dari Bandung dan Surabaya. Sebelum tidur, seperti biasa perempuan memang paling suka ngerumpi, kami mengobrol ngalor-ngidul tentang pekerjaan dan kesibukan masing-masing hingga akhirnya saya mendengar teriakan histeris dari luar kamar.
"AHHHH INI MAS BULE NGAPAIN?" kami semua yang berada di kamar langsung berlari keluar dan teman-teman saya hanya bisa tertawa terbahak-bahak sementara saya kebingungan. Setra, salah satu teman baru dari Bandung sangat terkejut karena 'menemukan' Sam sedang berusaha keras untuk tidur di lantai teras luar asrama. yeah... kalian gak salah baca, ia terlentang di dalam sleeping bed tipis nya di LANTAI TERAS LUAR ASRAMA.
"Pacar, kamu ngapain tidur di luar?" saya bertanya.
"Aku gak tahan di dalam banyak nyamuk, baru terlentang udah bentol lima"
"Kamu gak apa-apa tidur di sini?"
"Lebih baik disini dari pada harus donor darah di dalem" Ucapnya polos.
Saya pun akhirnya menggelar kasur tepat di sebelahnya untuk menemani Mas Bule yang satu ini. Surprisingly, it actually worked, udara di luar sangat sejuk dan pas untuk tidur dengan semilir angin pinggir pantai. Nyamuk masih ada beberapa tapi memang tidak sebanyak yang menggigit saya di dalam kamar asrama.
Keesokan harinya teman-teman saya boleh menertawakan kekonyolan Sam tidur di teras, tapi ternyata kami berdua lah yang paling sedikit tersentuh oleh musuh nomor satu Sam di Indonesia, nyamuk ! Setelah kejadian tersebut kami membeli obat anti serangga yang banyak digunakan di Indonesia dan selalu membawanya di dalam backpack selama perjalanan kami mengelilingi Jawa dan Bali.
Saat saya dan Sam menginap di rumah Imad, seorang sahabat di Bangil, Pasuruan, Sam sangat kaget melihat banyak nyamuk yang terbang bergerombol dengan santainya di atas kepala orang-orang yang sedang mengobrol di teras. Dengan wajah kejam penuh kegemburaan, ia pun beraksi dengan menyemprot nyamuk-nyamuk tersebut dengan obat anti serangga kebanggaannya.
Musuh No.2 Matahari
Sad but its true, Sam mengalami hari paling menyenangkan sekaligus paling buruk di Karimun Jawa. Saat itu kami berdua lupa membawa sun cream yang seharusnya ia gunakan saat beraktivitas di luar ruangan dengan paparan sinar matahari. Bagi saya sih matahari 'hanya' akan membuat kulit bertambah hitam tapi tidak cukup kuat untuk membakar, ternyata untuk Sam lain lagi ceritanya.
Setelah aktivitas snorkeling pertama yang kami lakukan, kulit Sam yang bule langsung berubah menjadi semerah udang rebus yang baru diangkat dari panci. Parahnya lagi, bukan cuma warna saja yang mengganggu tapi juga perih terbakar yang ia rasakan. Saya bisa melihat betapa ia sangat menderita karena harus menahan rasa sakit yang membakar kulitnya. Bahkan saat saya tidak sengaja menepuk bahunya saja ia langsung menjerit kesakitan. Saya langsung bersyukur dilahirkan dengan kulit 'sekuat' kulit saya sekarang ini.Belajar dari kesalahan tersebut, maka pada hari berikutnya, ia selalu menghindari sinar matahari dan memakai kaos bahkan saat sedang menyelam sekalipun. He was being so wise with himself !
Moral Lesson : Always bring Baygon and sun block in your backpack when you are traveling with bule !!!
Icha
0 comments:
Post a Comment