Annecy, kota tempat dulu saya tinggal ketika berada di Prancis memiliki banyak jalur bagi para pengguna sepeda. Jalur tersebut berada di pinggir danau maupun di dalam pusat kota. Harga tiket bus yang mahal (1€60) membuat saya selalu berjalan kaki untuk pergi ke sekolah bahasa tempat saya belajar. Jarak rumah dan sekolah bahasa yang tidak kurang dari 5km membuat waktu tempuh dengan berjalan kaki menjadi hampur satu jam. Hingga akhirnya, rasa capek pun menghampiri karena saya tidak bisa terus-terusan berjalan kaki untuk menuju sekolah maupun berkeliling Annecy. Selain lebih melelahkan, Annecy adalah kota yang begitu cantik dan menarik untuk berjalan-jalan di dalam kota. Dengan berjalan kaki, saya tidak dapat menikmati keindahan kota dengan maksimal.
Keluarga penerima tempat saya tinggal sempat menawarkan sepeda mereka untuk saya gunakan sehari-hari. Sepeda yang dulu juga dipakai oleh au pair sebelumnya. Namun, ada hal yang harus saya akui, saya tidak pernah belajar bersepeda ketika berada di Indonesia. Saya tidak bisa bersepeda, memalukan memang. Saya pun tergoda untuk melihat sepeda tinggi yang berada di dalam garasi rumah tersebut. ia seolah menggoda saya untuk mencoba memakainya. Walaupun kali itu bisa dibilang merupakan kali pertama saya menyentuh sepeda.
Saya pun membawa sepeda tersebut ke sebuah tempat parkir besar yang terletak tidak jauh dari rumah. Setiap hari saya berlatih tidak kurang dari dua jam seorang diri di sela-sela waktu senggang yang saya miliki. Di tempat tersebut, layaknya anak kecil yang baru belajar bersepeda, saya terjatuh berkali-kali dan mencoba untuk tetap bangun meski kaki sudah dipenuhi oleh memar dan luka. Akhirnya sekitar satu bulan kemudian, saya pun memberanikan diri untuk mencoba bersepeda ke sekolah dengan melalui jalur khusus sepeda yang mengitari danau. Jalur tersebut lebih aman karena terpisah dari jalan raya yang menjadi jalur untuk kendaraan bermotor. and i surprisingly made it :)
Banyak orang sudah bisa bersepeda sejak mereka kecil dulu jadi mungkin, bagi sebagian orang bersepeda bukanlah hal yang luar biasa. Namun bagi saya hal tersebut menjadi pencapaian paling indah yang pernah saya raih di usia saya yang ke dua puluh satu tahun. Mungkin hal tersebut memang memalukan, lots would say that i should have learned it years ago but then i didn't go for a what if! Bersepeda dengan lancar di usia dua puluh satu tahun menjadi hal yang sangat membanggakan bagi diri saya. Because for me it's not just about knowing how to cycle but it proves that when you really determine to do something, and when you believe that you would do it then you will just make it!
My Very First Bike
1 comments:
Hikss... Aku juga ga bisa naik sepeda!!
Post a Comment